Kebanyakan
orang berharap berat badannya turun dan akhirnya ia bisa mencapai berat
badan idealnya. Untuk mewujudkan harapan itu, apapun akan dilakukan.
Termasuk menjalani diet ketat dan serangakian olahraga berat. Jika masih
belum cukup, mereka akan menambah usaha mereka dengan mengonsumsi
suplemen-suplemen yang bisa meningkatkan efektifitas progam penurunan
berat badan yang sedang mereka jalani.
Tetapi,
sekalipun sangat ingin mendapatkan tubuh impian, Anda harus tetap
hati-hati dalam memilih produk pendukung diet. Banyak makanan dan
minuman yang dilabeli sebagai makanan atau minuman endukung diet,
seperti soda diet misalnya. Namun, ternyata soda diet malah tak
bersahabat dengan lingkar pinggang dan malah berpotensi merusak tubuh
atau bisa membuat masalah kesehatan buat orang yang mengonsumsinya.
Sebuah
penelitian yang dilakukan oleh universitas San Diego memaparkan bukti
bahwa pemanis buatan yang terkandung dalam sebotol atau sekaleng soda
diet justru akan mengganggu kinerja otak kita dalam mengontrol rasa
lapar. Hasilnya, diet malah akan gagal karena tubuh akan lebih cenderung
menginginkan makan lebih banyak dari biasanya sehingga kalori yang
masuk tubuh pun berlebihan.
Maksud hati agar berat badan turun, soda diet justru akan menambah ukuran lingkar
pinggang Anda. Selain itu, soda diet juga bisa memberi dampak yang
sangat buruk pada kesehatan kita, seperti merusak mood, kulit, hingga
merusak organ-organ vital tubuh seperti ginjal maupun jantung.
Untuk
lebih jelasnya, inilah enam alasan mengapa kita harus menjauhkan soda
diet dari menu diet untuk penurunan berat badan yang sedang kita jalani:
1. Menyebabkan munculnya jerawat
Jika
Anda selama ini merupakan orang yang rajin mengonsumsi soda diet
sebaiknya mulai sekarang kurangi atau hindari. Pasalnya, menogonsumsi
soda diet dapat menurunkan pH tubuh kita. Hal inilah yang dapat memicu
timbulnya jerawat dan juga menghilangkan kilau kulit.
Pada
dasarnya, tubuh manusia membutuhkan level alkalin tinggi agar tetap
dalam konsisi sehat. level alkalin tinggi juga dibutuhkan agar kulit
tetap bercahaya dan keindahannya dapat etetap dipertahankan. Hal ini
berkebalikan dengan soda diet. Soda diet justru akan membuat level
alkalin kita rendah.
2. Memperburuk mood
Tubuh
kita membutuhkan rasa manis sebagai sumber energi. Selain itu rasa
manis juga bisa memicu rasa ‘bahagia’ buat otak. Namun, tidak demikian
dengan pemanis batan yag dikandung oleh soda diet. Pemanis buatan dalam
sekaleng soda diet malah berlaku kebalikan hal tersebut.
Terlalu
banyak pemanis buatan soda diet, malah membuat kita menjadi deresi,
semas berlebihan, bahkan malah memicu gangguan bipolar.
3. membuat berat badan bertambah
walaupun
mengklaim rendah kalori, soda diet malah bisa menambah lemak di bagian
perut peminumnya. Bahkan studi di sebuah universitas di San Antonio
menyatakan bahwa konsumsi 2 kaleng soda diet dalam sehari bisa
mengakibatkan lingkar pinggang Anda bertambah hingga 500 persen. Sangat
mengerikan bukan.
4. meningkatkan risiko sakit jantung dan diabetes
sebuah
jurnal kesehatan menyatakan bahwa risiko diabetes mellitus dan penyakit
jantung meningkat seiring bertambahnya ukuran lingkar pinggang. Soda
diet sebelumnya telah dijelaskan dapat meningkatkan ukuran lingkar
pinggang secara drastic, jadi soda diet ini akan meningkatkan risiko
penyakit jantung dan diabetes bagi peminumnya.
5. Membuat ginjal rusak
Risiko
ginjal rusak karena soda diet dipaparkan oleh sebuah penelitian yang
dilakukan oleh Harvard Nurse. Konsumsi secara rutin 2 kaleng soda diet
dapat membuat kerja ginjal berkurang hingga 30 persen.
Setelah
mengetahu kelima fakta diatas, masihkan Anda berpikir untuk tetap
mengonsumsi soda diet sebagai pelengkap menu progam penurunan berat
badan Anda?




0 komentar:
Posting Komentar